3.4 White Balance
WHITE BALANCE
Mengenal dan Memahami Fungsi White Balance
Mengenal dan memahami White Balance, akan membantu anda menghasilkan foto yang lebih baik tanpa adanya colour cast. Jika White Balance salah, hasil foto akan cenderung kekuningan, kebiruan, keunguan, bahkan terkadang cenderung hijau, tergantung dari temperatur sumber cahaya yang ada pada saat foto diambil.
1. Mengenal Temperatur Warna (Color Temperature)
Temperatur warna, diukur dalam satuan Kelvin dengan simbol K.Temperatur warna netral (sinar matahari pada siang hari) berada di kisaran 5200-6000 K, itulah mengapa sebagian besar lampu flash eksternal memiliki range pada temperatur tersebut untuk meniru cahaya sinar matahari.
2. Cara Kerja White Balance
White balance sebenarnya menyeimbangkan warna putih di foto dengan memberikan opposite color atau menambahkan warna berlawanan dari sumber cahaya untuk mendapatkan warna netral (yang putih tetap terlihat putih).
Untuk mendapatkan warna netral di pengaturan white balance, warna dasar yang digunakan adalah RGB (Red, Green dan Blue).
- Red (Merah) » Opposite color-nya Cyan (Biru Langit);
- Green (Hijau) » Opposite color-nya Magenta (Ungu Magenta);
- Blue (Biru) » Opposite color-nya Yellow (Kuning).
Misal, sumber cahaya terlalu kekuningan (lampu pijar atau lilin), untuk menetralkannya, tambahkan warna biru (warna lawan) dengan menurunkan temperatur white balance di kisaran 2500 – 3500 K.
Sumber pencahayaan terlalu biru (matahari terbenam), untuk menetralkannya, tambahkan warna kuning (warna lawan) dengan menaikkan temperatur white balance di kisaran 9000-10.000 K.
Sementara pada sumber cahaya netral (sinar matahari di siang hari), hampir tidak perlu menambahkan warna apapun baik biru ataupun kuning dengan mengatur white balance di kisaran 5500-6500K.
3. Mengenal Preset White Balance
Pengaturan white balance pada setiap kamera bisa berbeda-beda tergantung dari pabrikan yang memproduksi kamera tersebut.
Setiap kamera selalu memiliki beberapa preset white balance yang dapat langsung digunakan sesuai dengan kebutuhan dan sumber pencahayaan yang kamu hadapi.
Preset White Balance :
![]() | Auto White Balance |
![]() | Custom |
![]() | Kelvin |
![]() | Tungsten |
![]() | Fluorescent |
![]() | Flash |
![]() | Daylight |
![]() | Cloudy |
![]() | Shade |
AWB (Auto White Balance)
- Kamera secara otomatis menebak temperatur dari sumber cahaya yang diterimanya;
- Kadang berjalan baik, namun sering kali tidak terutama pada saat memotret sunrise atau sunset.
Custom White Balance
- Biasa digunakan dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna), akan saya bahas lebih lanjut mengenai ini.
Kelvin (K) » Manual
- Tersedia pada kamera semi pro dan profesional, ada pengaturan manual dengan langsung menentukan besaran Kelvin yang diinginkan.
Tungsten (ikon bohlam) » 2500 – 3500 K
- Suasana sangat kuning, kamera akan memberikan kompensasi biru yang cukup banyak;
- Cocok digunakan pada sumber cahaya bola bohlam / lampu pijar atau lilin.
Fluorescent (ikon lampu neon) » 4000 – 5000 K
- Cenderung biru dan hijau, saat memilih preset ini kamera akan memberikan kompensasi warna kuning magenta;
- Gunakan saat memotret dengan sumber cahaya lampu neon.
Flash (ikon kilat/petir) » 5000-5500 K
- Tergantung dari merk kamera, biasanya menambah sedikit kuning atau biru;
- Jika menggunakan lampu flash (strobe), gunakan preset white balance ini.
Daylight (ikon matahari) » 5500-6500 K
- Perfect sunny day;
- Kamera akan berlaku normal, tidak memberi kompensasi apa-apa;
- Gunakan saat berada di bawah sinar matahari.
Shade (ikon rumah/pohon) » 9000-10.000 K
- Suasana sangat biru, kamera akan memberikan kompensasi kuning agar foto menjadi normal;
- Gunakan saat memotret di dalam rumah (siang hari) atau berada di bawah bayangan, bukan sinar matahari langsung.

0 comments:
Post a Comment